Selasa, 19 Maret 2013

8 Hewan Prasejarah Paling Terkenal

Inilah 8 hewan prasejarah yang paling terkenal…

1. Triceratops 
 
Nama : Triceratops
Panjang : 9 m, tinggi 3 m
Massa : 12 ton
Zaman : Akhir Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan : Tumbuh-tumbuhan

Triceratops berarti muka bertanduk tiga dalam bahasa Yunani. Hewan ini memiliki cula sepanjang 1 m sebanyak 2 buah di atas matanya, dan satu lagi lebih pendek dibagian atas hidungnya. Hal yang paling membedakan hewan ini dari hewan yang lain adalah tulang tengkoraknya yang mampu berkembang sepanjang 2m, hampir sepertiga panjang tubuhnya. Fosil hewan ini ditemukan di Benua Amerika. Hewan ini diperkirakan tidak berkelompok dan individual. Tanduknya berfungsi sebagai kedudukannya terhadap triceratops lain seperti halnya rusa saat ini (courtship). Hewan ini menjadi objek penelitian yang cukup banyak digemari oleh para ilmuwan karena banyaknya fosil yang ditemukan.

Intermezo:
Selain fosil hewn ini banyak ditemukan, hewan ini terkenal karena ke-eksotisannya, bentuk fisik yang unik dan terkesan “friendly” bagi masyarakat membuatnya menjadi ikon hewan prasejarah yang digemari anak-anak.
(Gimana ga eksotis?yang bercula satu aja diburu besar-besaran, apalagi bercula tiga?)

2. Mammoth
 
Nama: Mammoth (Mammuthus primigenius)
Panjang: 5 meter (hingga bahu)
Massa: 12 ton
Zaman: Pliosen (4,8 jt tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan (biasanya yang berupa pohon)

Mammoth merupakan nenek moyang hewan yang kita kenal dengan nama gajah, dan memiliki gading sepanjang 3,3 m yang digunakan saat berkelahi ataupun menakuti musuh. Fosil mammoth sering ditemukan dalam kondisi yang masih baik karena kondisi suhu yang sangat rendah. Habitat mammoth adalah daerah-daerah balkan (Rusia, Siberia, dan sekitarnya). Mammoth sering juga disebut woolled elephant atau gajah berbulu tebal karena bulu yang melindungi tubuhnya (yg mampu membuatnya bertahan di suhu yang ekstrim).

3. Velociraptor
 
Nama: Velociraptor
Panjang: 2 m, (tinggi tubuh saat berdiri 1 m)
Massa: 50 kg
Zaman: Akhir Cretaeceous
Makan: Hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya

Velociraptor berarti pencuri berkecepatan tinggi (speedy thief). Memiliki 30 gigi yang panjang dan tajam, paruh yang datar, dan leher membentuk seperti huruf “s”. Bergerak dengan kedua tungkai (kaki) nya yang kuat, dan berukuran kecil, hewan ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan cheetah. Akan tetapi, raptor seringkali berburu dalam kelompok yang terdiri dari 3-10 ekor raptor. Ciri khas lain dari raptor (selain kedua tungkainya yang kuat) adalah kapasitas otaknya yang diperkirakan memiliki kemampuan yang sama dengan simpanse (mampu berkomunikasi dengan sesama raptor melalui suara-suara yang spesifik). Kecepatan larinya mencapai 40 mil per jam. Fosil Velociraptor ditemukan di Rusia, Mongolia, dan China.

4. Pterodactyl
 
Nama: Pterodactyl (Pterosaurus)
Panjang: tubuh saat berdiri 3m, bentangan sayap mencapai 10m
Massa: -
Zaman: Trias (65,5 juta tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti ular dan ikan

Pterodactyl berasal dari bahasa Yunani yang berarti kadal yang bersayap (winged lizard). Hewan ini terkenal dengan paruhnya yang panjang dan bentangan sayapnya yang lebar (mencapai lebih dari 10 m). Peneliti dari Ohio University menemukan ada satu bagian otak yang membedakan hewan ini dengan hewan vertebrata lainnya. Flocculi. Proporsi flocculi didalam otak pterosaurus mencapai 7,5%, dan rata-rata vertebrata hanya memiliki 1-2% flocculi didalam otaknya. Flocculi ini menyebabkan penglihatan pterosaurus menjadi jauh lebih baik. Namun proporsi yang besar ini lebih disebabkan oleh bentangan sayapnya yang lebar, karena selain berhubungan dengan otot mata, flocculi juga berhubungan erat dengan kerja syaraf sensorik.

5. Smilodon
 
Nama: Smilodon (Long-teeth cats)
Panjang: -
Massa: 55-300 kg
Zaman: Megantereon (2,5 juta-500.000 tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan (bison, rusa,dll.)

Smilodon atau yang dikenal dengan sebutan sabre-tooth cat berasal dari bahasa Yunani yang artinya gigi pahat, ditemukan di Benua Amerika. Ciri khas dari hewan ini adalah gigi taring atas yang panjang (17 cm). Smilodon berburu dalam kelompok seperti halnya singa saat ini. Akan tetapi, kelompok tersebut tidak didominasi oleh pejantan, karena ukuran tubuhnya yang sama dengan betina. Gigi taring yang panjang tersebut tidak digunakan untuk memikat pasangan, jadi kehidupan sosial hewan ini belum banyak diketahui. Smilodon memiliki tubuh yang lebih menyerupai beruang karena bulunya menyerupai beruang, dan bagian perut yang lebar dan pendek.

6. Temnodontosaurus
 
Nama: Temnodontosaurus
Panjang: 9 m
Massa: 15 ton
Zaman: Awal Jura (196 juta tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan ikan-ikan kecil

Temnodontosaurus merupakan pemangsa bawah laut yang memiliki stamina berenang yang menakjubkan, yang membuatnya mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari mangsa. Fosilnya ditemukan di Perairan Inggris dan Jerman. Ciri khas dari hewan ini adalah matanya yang besar, 20 cm. Hewan ini mirip dengan lumba-lumba saat ini, karena paruhnya yang panjang dan sirip yang datar.

7. Tyrannosaurus
 
Nama: Tyrannosaurus rex
Panjang: 12 m, tinggi 6 m
Massa: 7,5 ton
Zaman: Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan

Tyrannosaurus rex dalam bahsa yunani berarti raja kadal yang kejam. Sama seperti raptor, T-rex bertungkai dua, leher menyerupai huruf “s”, dan memiliki ekor sebagai penyeimbang gerakannya. T-rex memiliki tulang tengkorak yang besar (1,5 m) yang dikelilingi jaringan-jaringan otot yang kuat sehingga membuatnya mampu dengan mudah mengunyah mangsanya. Hewan ini ditemukan di Benua Amerika dan Benua Asia (Tarbosaurus). Lengan hewan ini terbilang cukup kecil, hanya sepanjang 1 m dan belum ditemukan fungsi sebenarnya dari lengan ini. Penelitian terbaru (April 2008) mengatakan bahwa T-rex memiliki kekerabatan dengan bangsa unggas, aligator, dan burung unta. Walaupun tubuhnya cukup besar, T-rex memiliki otot-otot yang banyak yang memungkinkannya berlari dengan kecepatan 40-70 km/h. Kemampuan lain dari hewan ini adalah mampu mencium bebauan dari jarak yang jauh yang mampu dibandingkan dengan burung pemakan bangkai saat ini. Hingga saat ini masih menjadi perdebatan apakah T-rex sebenarnya pemakan bangkai atau hewan yang berburu.

8. Coelacanth
 
Nama: Coelacanth (Latimeria chalumnae)
Panjang: 2 m
Massa: 80 kg
Zaman: Devonian pertengahan (410 jt tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan Ikan-ikan kecil

Coelacanth yg berasal dari bahasa Yunani yg berarti hollow spine (duri/tulang punggung yang berlekuk) diperkirakan sudah punah semenjak zaman cretaceous. Namun penemuan mengejutkan terus berdatangan seiring ditemukannya hewan ini di perairan Tanzania, Madagascar, Kenya, dan Indonesia, tepatnya Taman Laut Nasional Bunaken (mantab bro!). Walaupun hewan ini mati setelah ditangkap nelayan, diyakini hewan ini masih ada dan hidup di perairan dalam (>700 m). Coelacanth termasuk salah satu fosil hidup karena nyaris tidak mengalami perubahan secara signifikan pada fisik hewan ini dari masa ke masa.

10 Binatang Beracun Paling Mematikan

Sangatlah sulit untuk menentukan binatang apa yang berada di urutan paling atas. Binatang beracun membawa senyawa kimia berbahaya yang di sebut racun. Biasanya, racun ini digunakan sebagai alat untuk membela diri dan disimpan dalam kulit atau kelenjar khusus. Dibandingkan dengan binatang-binatang berbisa, yang mengirimkan racunnya melalu sengatan atau gigitan, digunakan lebih untuk berburu selain dari membela diri.

Masalahnya adalah bagaimana mendefinisikan “berbisa” atau “beracun”. Ada satu kriteria yang dapat di gunakan untuk mengevaluasi seberapa mematikannya sebuah senyawa, dan ini di sebut LD50 (Lethal Dose 50). LD50 adalah dosis dari sebuah senyawa yang di perlukan utnuk membunuh 50 % dari subyek dalam 24 jam. Anda dapat membayangkan betapa sulitnya menghitung LD50 dari beberapa senyawa ke subyek manusia. Tidak ada yang melakukan penelitian di lab yang membunuh manusia untuk mengetahui seberapa parahkan senyawa beracun tertentu itu. Ini berarti LD50 secara statistik harus berdasarkan penelitian di lab dengan menggunakan binatang percobaan (umumnya tikus). Maka dapat di perkirakan bahwa (1) Tidak terdapat garansi bahwa tikus akan memberikan reaksi yang sama dengan manusia terhadap racun, dan (2) terdapat sekitar 5000 – 10000 jenis racun binatang yang ada, dan kita masih jauh dari kemungkinan untuk melakukan test terhadap semua jenis racunt tersebut. Lebih lanjut lagi, potensi racun bervariasi pada spesies yang sama, berdasarkan umur, kesehatan dan faktor lainnya. Pada akhirnya peringkat ini hanyalah berdasarkan perkiraan saja. Berikut adalah 10 binatang paling berbisa di dunia :

1. Ubur-ubur Kotak (Box Jellyfish)


Hadiah utama untuk Binatang paling beracun di dunia ditempati oleh ubur-ubur kotak. Binatang ini telah menyebabkan setidaknya 5,567 kematian sejak 1954. Racun mereka adalah salah satu yang paling mematikan di dunia. Racun ini menyerang jantung, system syaraf, dan sel-sel kulit. Dan bagian terburuk dari ubur-ubur kotak adalah racunnya yang dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, yang menyebabkan korban menjadi shok, tenggelam atau meninggal karena kegagalan jantung sebelum mereka mencapai tepi pantai. Korban yang bertahan hidup mengalami sakit hingga berminggu-minggu setelah kontak pertama dengan ubur-ubur kotak.

Anda hampir tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dari sengatannya yang beracun, kecuali mendapatakan perawatan medis sesegera mungkin. Setelah sengatan, asam cuka harus di berikan minimum 30 detik setelah sengatan. Asam cuka memiliki komponen acetic acid, yang menggagalkan mekanisme nematocysts ubur-ubur kotak yang belum di luncurkan ke dalam aliran darah (namun tidak dapat menghilangkan rasa sakitnya). Menggunakan baju karet untuk berenang adalah pencegahan yang efektif utnuk mencegah ubur-ubur kotak untuk dapat membahayakan kaki anda. Ubur-ubur kotak dapat di temukan di perairan sekitar Asia dan Australia.

2. Ular King Kobra (King Cobra)


Ular king kobra (Ophiophagus hannah) adalah ular beracun terbesar di dunia yang dapat tumbuh hingga sepanjang 5.6 m (18.5 ft). Ophiophagus, memiliki arti “pemakan ular” karena ular ini memang memakan ular lainnya. Satu gigitan dari ular ini dapat dengan mudah membunuh seorang manusia. Ular ini bahkan mampu membunuh gajah asia dewasa dalam waktu 3 jam saja jika mereka tergigit di bagian yang riskan seperti leher.

Racunnya tidaklah lebih beracun dari racun ular lainnya, tetapi ular king kobra mampu menyuntikkan 5 kali lebih banyak daripada ular mamba hitam dan dapat menyebabkan kematian yang 5 kali lebih cepat daripada ular mamba hitam. Ular king kobra banyak tersebar dari bagian selatan dan tenggara asia, hidup di hutan-hutan dataran tinggi.

3. Siput Marbled Cone (Marbled Cone Snail)


Mahkluk kecil yang indah ini dapat semematikan binatang - binatang dalam list ini. Satu tetes racunnya dapat membunuh lebih dari 20 orang manusia. Jika kalian berada di lingkungan perairan air asin (dimana siput ini dapat di temukan) dan melihatnya, janganlah pernah berpikiran untuk memungutnya. Tentu saja, tujuan utama dari racun ini adalah untuk menangkap mangsanya.

Gejala dari sengatan siput ini dapat terjadi saat itu juga ataupun dapat tertunda hingga beberapa hari kemudian setelah sengatan. Gejalanya adalah sakit yang luar biasa, pembengkakan, mati rasa dan perasaan menggelitik. Kasus yang parah melibatkan kelumpuhan otot, perubahan penglihatan dan kegagalan pernafasan. Tidak ada antiracun untuk jenis ini. Akan tetapi, hanya sekitar 30 kematian yang telah dilaporkan terjadi akibat sengatan siput ini.

4. Gurita Dengan Lingkaran Biru (Blue-Ringed Octopus)


Gurita ini sangatlah kecil, hanya sebesar bola golf, tetapi racunnya sangatlah kuat dan dapat membunuh seorang manusia. Sebenarnya gurita ini membawa cukup racun yang mampu membunuh 26 orang dewasa dalam beberapa menit, dan tidak terdapat antiracunnya. Mereka di kenali sebagai salah satu binatang paling beracun di dunia.

Gigitannya yang tidak menyakitkan terlihat tidak berbahaya, tetapi racun neurotoxin segera bekerja menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, diikuti dengan berhentinya system pernafasan yang akhirnya membawa kematian. Gurita ini dapat di temukan di kolam-kolam air pasang di sekitar laut pasifik, dari Jepang hingga Australia.

5. Kalajengking Death Stalker (Death Stalker Scorpion)


Bertolak belakang dengan kepercayaan umum bahwa kebanyakan kalajengking tidaklah berbahaya bagi manusia karena sengatannya hanya menghasilkan efek local (sakit, mati rasa, atau pembengkakan). Akan tetapi, kalajengking Death Stalker adalah species yang sangat berbahaya karena racunnya adalah campuran dari berbagai racun neurotoxin yang sangat kuat yang dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak tertahankan, kemudian demam, diikuti dengan koma, kejang-kejang, kelumpuhan dan kematian. Untungnya, untuk manusia dewasa yang sehat, walaupun menyakitkan, tapi tidak dapat membunuh. Anak kecil, orang tua dan individu yang lemah (dengan kondisi jantung) berada pada kelompok beresiko tinggi akan kematian bila tersengat kalajengking ini. Kalajengking ini hidup tersebar di Afrika Utara dan Timur Tengah.

6. Ikan Stonefish


Mungkin ikan ini tidak akan pernah menang dalam kompetisi ikan terindah, tapi pasti akan masuk ke peringkat utama dari ikan paling beracun di dunia. Racunnya menyebabkan sakit yang luar biasa yang menyebabkan korbannya meminta untuk di bius atau di Amputasi saja. Di gambarkan sebagai rasa sakit yang paling parah yang pernah di kenal oleh manusia. Ditemani dengan kemungkinan shok, kelumpuhan dan kematian jaringan tubuh. Jika tidak segera di tangani secara medis dalam beberapa jam akan dapat menjadi fatal terhadap manusia. Ikan ini menyimpan racunnya dalam duri di bagian luar kulitnya yang di desain untuk melukai para predator yang datang menyerang.

Ikan ini kebanyakan hidup di daerah tropis, dan sering di temukan di daerah perairan laut dangkal dari laut pasifik dan hindia, mulai dari laut merah hingga Queensland Great Barrier Reef.

7. Laba-laba Brazilian wandering (Brazilian wandering spider)


Laba-laba Brazilian wandering (Phoneutria) atau laba-laba pisang (banana spider) muncul dalam the Guinness Book of World Records 2007 sebagai laba-laba paling beracun dan telah bertanggung jawab terhadap banyak kematian manusia.

Laba-laba ini di percaya memiliki racun neurotoxin yang paling berbahaya dari semua jenis racun laba-laba. Hanya dengan 0.006mg (0.00000021oz) racunnya cukup untuk membunuh seekor tikus. Laba-laba ini juga sangat berbahaya karena sifatnya yang nomaden atau berpindah-pindah. Mereka lebih sering bersembunyi pada siang hari di daerah yang bepopulasi tinggi seperti rumah, tumpukan baju, sepatu, dan mobil.

Gigitannya yang beracun tidak hanya menyebabkan sakit yang luar biasa, racunnya juga dapat menyebabkan priapism – ereksi yang tidak nyaman yang bertahan beberapa jam yang dapat menyebabkan impotence.

8. Ular Inland Taipan


Posisi utama untuk ular dengan racun paling berbisa di dunia di berikan kepada ular Inland Taipan dari Australia. Hanya dengan satu gigitan dari ular ini, racunnya cukup untuk membunuh 100 orang dewasa atau pasukan tikus sebanyak 250,000 ekor. Racun ular ini setidaknya 200 - 400 kali lebih beracun dari ular kobra biasa. Racun ular ini mampu membunuh seorang manusia dewasa dalam waktu 45 menit. Untungnya ular ini sangatlah pemalu dan belum di temukan kematian yang diakibatkan karena gigitan ular ini (semua gigitan yang diketahui telah dirawat dengan Anti racun).

9. Katak Poison Dart


Jika kebetulan kamu berjalan melalui hutan hujan basah di Amerka Tengah atau Selatan, jangan pernah memungut katak-katak yang berwarna indah. Katak itu bisa saja adalah Katak Poison Dart. Katak ini mungkin adalah mahluk paling beracun di dunia tanpa sengatan atau gigitan. Katak golden poison dart dengan panjang 2 inchi (5cm) memiliki racun yang dapat membunuh 10 orang manusia dewasa atau sebanding dengan 20,000 ekor tikus. Hanya dengan 2 micrograms dari racunnya yang berbahaya ini mampu membunuh seorang manusia atau mahkluk memamah biak yang lebih besar lainnya. Mereka di sebut “dart frogs” atau “katak panah” karena orang-orang Indian-Amerika menggunakan sekresi racun katak ini untuk di torehkan pada ujung panah tiup mereka. Katak poison dart menyimpan racun mereka di bagian kulitnya dan akan meracuni atau membunuh mahkluk lain yang menyentuh atau memakannya.

10. Ikan Bantal (Puffer Fish)


Ikan bantal adalah mahkluk bertulang belakang kedua paling beracun di dunia setelah katak golden poison dart. Daging dari beberapa speciesnya adalah jenis sajian makanan di Jepang (fugu) dan di Korea (as bok-uh), tetapi masalahnya adalah kulit dan beberapa organ lainnya dari banyak ikan bantal sangatlah beracun bagi manusia.

Ikan bantal ini menghasilkan racun yang menyebabkan kematian yang sangat cepat dan dasyat. Kasus keracunan ikan bantal menyebabkan kematian pada daerah lidah dan bibir, pusing, muntah-muntah, detak jantung yang cepat, kesulitan bernafas, dan kelumpuhan otot. Korban meninggal karena kesulitan bernafas karena otot diafragma menjadi lumpuh. Kebanyakan korban meninggal setelah 24 jam. Belum di ketahui anti racun untuk jenis ini. Dan kebanyakan kematian akibat memakan fugu adalah dikarenakan oleh koki yang tidak terlatih dalam menangkap dan mempersiapkan ikan ini.

Statistik menyatakan terdapat 20 hingga 44 kejadian dari keracunan makanan fugu setiap tahunnya antara 1996 dan 2006 di seluruh Jepang dan 6 diantaranya berujung pada kematian. Oleh karena racunnya yang berbahaya ini, hanya orang-orang yang memiliki sertifikat yang boleh menjadi koki masakan ini. 

10 Binatang Dengan Gigi Paling Menakjubkan

Sebagai makhluk hidup yang butuh makan, beberapa binatang butuh gigi untuk mengunyah. Bagian ini sangat penting untuk kelancaran pencernaan, seperti juga pada manusia.
Gigi binatang tentu saja beda dengan milik manusia. Ada yang biasa saja, namun ada juga yang mengerikan. Berikut ini 10 binatang dengan deretan gigi paling menakjubkan.

1. Cumi-Cumi Dengan Gigi Manusia
Cumi-Cumi Dengan Gigi Manusia
Di kedalaman laut yang gelap, ada sebuah makhluk yang tampak mengerikan. Namun sebenarnya ini adalah cumi-cumi. Perhatikan deretan gigi yang hampir mirip seperti milik manusia itu!
Tak seperti yang kita bayangkan, deretan gigi itu ternyata tidak keras. Itu hanya semacam bibir dengan bentuk sedemikian rupa sehingga nampak menakutkan

2. Binatang Tanpa Rahang Dengan Gigi Tajam
Binatang Tanpa Rahang Dengan Gigi Tajam
Gigi dari binatang apa yang setajam ini dan tak memiliki rahang? Ternyata pemiliknya adalah hewan dari masa prasejarah, sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Gigi ini tak akan dapat dilihat dengan mata telanjang. Ukurannya pun pasti di luar dugaan kita. Binatang ini memotong makanannya dengan gigi lebih tipis dari rambut manusia.

3. Dragonfish Dengan Gigi Tumbuh di Lidah
Dragonfish Dengan Gigi Tumbuh di Lidah
Selain memiliki jajaran gigi seperti ikan pada umumnya, binatang yang letaknya jauh di kedalaman laut ini juga punya gigi yang tumbuh di lidahnya. Menakutkan!
Namun, meski tampak mengerikan, sebenarnya makhluk ini tidak lebih besar dari setengah kaki. Binatang ini bukanlah ancaman bagi manusia, karena habitatnya pun jauh di dasar laut.

4. Ikan Hiu Prasejarah Dengan Gigi Lebih Dari Setengah Kaki 
Ikan Hiu Prasejarah Dengan Gigi Lebih Dari Setengah Kaki
Jika dragonfish dengan gigi yang tumbuh di lidah tadi memiliki ukuran tubuh tak lebih dari setengah kaki, hiu ini justru memiliki besar gigi lebih dari itu.
Bisa bayangkan bagaimana jika gigi itu mengunyah apapun yang dimakan oleh hiu tersebut? Semua yang masuk ke dalam mulutnya pasti habis dikunyah dan siap masuk ke dalam perutnya.

5. Binatang Bergigi Banyak dan Kecil 
Binatang Bergigi Banyak dan Kecil
Siput memiliki jumlah gigi yang lebih banyak daripada binatang lain. Namun gigi mereka tidak seperti yang kita bayangkan. Meski punya ribuan gigi, namun mereka tak bisa mengunyah makanan.
Gigi-gigi ini bisa menjadi tumpul dan rontok, dan diganti dengan gigi baru yang tajam selama masa moluska. Wah! Pasti menakjubkan ya gigi mereka ini.

6. Ikan Yang Bisa Mencabik Seekor Sapi Dalam Hitungan Detik 
Ikan Yang Bisa Mencabik Seekor Sapi Dalam Hitungan Detik
Siapa tak tahu ikan piranha? Hewan yang satu ini tenar dengan gigi tajamnya dan kecepatannya menyerang mangsa. Hewan besar pun tumbang dicabik ikan yang satu ini.
Piranha punya bentuk gigi segitiga yang memudahkan mereka untuk mengoyak tubuh mangsanya. Binatang ini selalu memakan bersih dan menyisakan hanya tulang saja.

7. Ular Berbisa Yang Menyimpan Racun Dalam Gigi 
Ular Berbisa Yang Menyimpan Racun Dalam Gigi
Bagaimana seekor ular berbisa dapat melumpuhkan mangsanya? Mereka menggigit dengan giginya yang tajam. Meski hanya berjumlah dua, tapi gigi itu cukup mematikan.
Mengapa bisa demikian? Karena ular berbisa menyimpan racunnya di sana. Begitu mangsanya kena gigit, racun pun masuk ke dalam tubuh dan melumpuhkan. 

8. Ikan Dengan Gigi Seperti Rambut 
Ikan Dengan Gigi Seperti Rambut
Ikan yang satu ini memiliki gigi dengan bentuk aneh. Tumbuh dari gusinya, gigi-gigi tersebut menyerupai rambut. Meski demikian, ikan ini busa memasukkan Anda dalam mulutnya loh.
Lihat saja bentuk mulutnya yang juga aneh. Dengan ukuran selebar itu, dia pasti bisa memangsa hewan besar sekalipun. Tapi, apa dia bisa mengunyah mangsanya dengan gigi rambut itu ya?

9. Ikan Dengan Gigi Seperti Milik Manusia 
Ikan Dengan Gigi Seperti Milik Manusia
Gigi yang berjajar rapi ini tentu saja bukan gigi manusia. Ia adalah milik sejenis ikan. Dan yang menambah uniknya lagi, coba perhatikan atap mulutnya!
Wah! Ada gigi-gigi juga yang tumbuh di atap mulut itu. Ikan ini pasti sangat kuat mengunyah makanannya. Kira-kira apa yang dimangsanya ya?

10. Ikan Dengan Gigi Seperti jajaran Pohon 
Ikan Dengan Gigi Seperti jajaran Pohon
Kalau kita melihat perbukitan pinus dari kejauhan, pasti tampak segitiga berjajar rapi di sana. Itu juga yang bisa kita lihat di dalam mulut ikan lumba-lumba ini. Deretan gigi berbentuk segitiga yang berjajar sangat rapi itu membuatnya tampak manis. Tapi jangan coba-coba membuat binatang ini tertekan, bisa-bisa Anda diterkam.